Tak kan Tertukar Rezekimu

30 Nov 2009

Percaya dengan kata-kata diatas? Percaya atau tidak itu relatif dengan kepercayaan kita terhadap Zat yang Maha Mengatur Segala Sesuatunya termasuk rezeki kita.

Menurut saya, tentu saja rezeki itu tak akan datang dengan sendirinya, tetap harus ada usaha untuk mendapatkannya. Bagaimanapun, sebuah sunnatullah keharusan berikhtiar itu harus tetap diupayakan. Nah setelah ikhtiar kita maksimal, baru kita tawakkalkan bahwa kita akan mendapatkan rezeki sesuai dengan yang kita usahakan. Sama seperti pedagang, kalo dia tidak jualan tentu dia tidak akan mendapat apa-apa, tapi kalo dia sudah berusaha dengan jualan, perkara ada yang tertarik atau tidak disanalah letak rezekinya.

Ada suatu peristiwa menarik yang saya alami beberapa waktu yang lalu, yang semakin menggugah keyakinan saya bahwa rezeki yang akan kita dapat itu memang sudah diatur. Saat itu saya sudah berusaha maksimal, namanya ngga rezeki kali ya, yang saya incar memang tidak saya dapatkan.

Peristiwa ini terjadi di salah satu supermarket di kota Bandung. Seperti umumnya, tidak semua barang bisa dimasukkan langsung ke dalam keranjang. Jadi saya sudah pake nota dan barang langsung bisa diambil di kasir. Setelah itu saya muter sebentar, terus membayar di kasir. Barang yg saya beli pake nota itu juga sudah saya bayar penuh, si kasir mengambil ketempat pengambilan barang. Karena asumsi saya sudah diambilin dan diperiksa kasir, saya kemudian tidak mengecek barang tersebut tersebut. Walhasil ketika saya sampai dirumah, barang yang saya beli tertukar dengan barang entah punya siapa. Mau ditukerin, juga susah karena saya ngga tahu pembeli barang tersebut -yg klo dinominalkan lebih rendah nilainya dr yg saya beli-Akhirnya saya senyum sendiri, berarti memang belum rezeki saya mendapatkan barang yang saya incar tadi.

Berbeda sekali rasanya ketika saya pernah kehilangan HP -sepertinya saya memang orang yg suka ceroboh :( . Sewaktu istirahat sholat diMesjid di sebuah Rumah Sakit, saya tidak menyadari kalo HP saya ketinggalan. Beberapa jam kemudian saya kembali dan mencari2, tapi tidak ditemukan. Pulang kerja saya cari lagi bahkan bertanya pada satpam siapa tau ada yang menitipkan, tapi ternyata tidak ada. Ya sudah, saya pasrah dan mengembalikan semuanya pada Allah, kalo rezeki saya, HP tersebut akan kembali pada saya. Tidak disangka, besok paginya seorang teman kantor saya mengantarkan HP tersebut ke tangan saya. Benar2 surprise rasanya, Alhamdulillah masih rezeki saya

Masing-masing kita sudah punya ketentuan rezekinya masing-masing. Dan kalau kita mau meyakini, memang benar adanya satu kata bijak yang pernah saya dengar, ku tak takut rezekiku tertukar dengan orang lain, apalagi diambil oleh orang lain. Just do your best and you will get what supposed you receive..


TAGS kisah tawakkal rezeki


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post