Kasih Tak Terhitung

11 Jun 2010

ayah bundaTerharu.. itulah yang saya rasakan sehabis membaca novelnya Tere Liye serial anak-anak Mamak. Saya udah baca 2 novel serial ini yang berjudul Burlian dan Pukat. Selain itu, novel ini juga penuh petualangan, tentang kehidupan desa yang kalo saya bilang, memang masa kanak-kanak akan penuh petualangan. Kemudian banyak pesan juga dari buku ini terutama tentang alam, kejujuran, persahabatan dan sifat-sifat positif yang bisa diteladanai oleh anak-anak dan juga kita orang dewasa..

Terharu seperti yang saya tulis di awal tulisan ini bener2 saya rasakan setelah membaca bab yang berjudul “seberapa besar cinta Mamak”. Entah kenapa selesai membaca novel tersebut saya teringat Ibu saya dirumah. Teringat bagaimana kami -anak2 beliau- melewati masa kecil kami dulu. Bagaimana perjuangan dan pengorbanan beliau untuk kami yang tak terhitung dan takkan bisa terbalas sampai kapanpun jua.,

Saya bisa tertawa dan menangis mengingat betapa bandelnya kami dulu. Hehe namanya juga anak2, saya sangat bandel waktu kecil. Saya sering juga berantem dengan adek saya sehingga Ibu sering mencubit saya.. Masa kecil yang kalo saya inget sekarang kenapa saya dulu bisa bandel banget ya? dan kami kakak beradik kok bisa ya berantem sampe segitunya dulu? pukul-pukulan mah biasa aja dulu hehe.. Kalo sekarang mah udah akur banget :D

Tapi saya ingat bagaimana pengorbanan ibu memang takkan terhitung dan takkan terbalaskan. Sejak kecil Ibu sudah membuat sesuatu untuk dijual dan kami diajari untuk menjualkannya. Saya ingat ketika SD dulu, saya menitipkan makanan kecil buatan ibu saya ke warung. Selain itu ketika pindah daerah, saya ingat betapa setiap hari Ibu saya pergi untuk mengurus ladang kami. Dan walaupun begitu, pekerjaan rumah tak pernah terbengkalai oleh beliau. Dari saya TK sampai SMA setiap pagi saya selalu disediakan sarapan pagi. Berangkat sekolah udah beres semua, bahkan ketika SMA karena saya harus sekolah sampai sore, bekal sayapun setiap jam 6.30 sudah siap di meja..

Luar biasa.. mungkin itu kata-kata yang bisa saya lukiskan untuk Ibu saya. Kasih ibu memang selalu tercurah buat anak-anaknya dimanapun berada. Saya teringat ketika saya wisuda, kedua orang tua saya datang ke Bandung dan meninggalkan adik bungsu saya sendirian dirumah. Ketika kami makan malah Ibu saya meneteskan air mata mengingat bagaimana si bungsunya, bagaimana makannya dsb. Padahal adik bungsu saya itu sudah SMA, pasti udah bisa ngurus dirinya, lagipula dia hobi masak kok :p

Ketika kami semua kuliah, saya juga dapat merasakan besarnya perjuangan ibu saya. Ayah saya hanyalah PNS biasa dengan gaji yang juga ga gede-gede amat. Dan saya juga tahu bagaimana perjuangan ibu saya menambah penghasilan keluarga. Sungguh saya jadi tambah yakin dengan besarnya kasih seorang IBu. Dan hanya Allahlah yang bisa membalas itu semua..

Bagaimana dengan kenangan Anda bersama Ibu Anda? saya yakin, setiap Ibu adalah orang yang luar biasa kasih sayangnya. Orang yang punya kekuatan mengubah dunia, ketika dia biasa mendidik anak2 yang akan membawa kebaikan dan manfaat bagi dunia. Setiap kita punya kenangan indah dan tak terlupa bersama ibu kita masing2. Ingat itu dan mari kita meneruskannya untuk anak2 kita kelak nantinya.

Ibu maafkan anakmu ini.. Ananda belum bisa mewujudkan semua harapanmu. Ananda masih belum bisa jadi anak yang terbaik dan menyenangkan hatimu. Dan sungguh, ananda takkan bisa membalas semua jasa-jasamu.

Untuk semua para ibu dan calon ibu.. Dunia ada ditanganmu

NB. arigatou buat m’Alfi atas bukunya :D


TAGS tere liye novel kasih ibu


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post