Layanan Prima

22 Oct 2010

Pelayanan Prima.. itu mungkin kata-kata yang sering kita dengar dalam hal layanan publik, baik pemerintah ataupun swasta. Tapi nyatanya kata2 tsb hanya tinggal kata dan prakteknya bisa sangat berbeda, terutama layanan di kantor pemerintahan. Malah ada celotehan yang menyindir kinerja pelyanan “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah” Sebuah cermin bahwa layanan kalau bisa dibuat rumit kenapa tidak.

Saya ingin bercerita bagaimana pelayanan publik begitu nyaman dirasakan di Jepang. Pada hari pertama kedatangan di Jepang, saya diantar oleh Shimizu san, dari Asiaseed -sponsor kuliah saya- , ke city hall kota fujisawa untuk mengurus KTP Jepang. nama KTPnya aja lucu, alien card. Orang asing bener2 dianggap alien ama orang Jepang hehe, padahal klo kita inget film2 yg namanya alien bentuknya kan aneh2.. haha ada2 aja istilah nihon jin ini..

ketika mengurus alien card ini, saya datang sudah lebih dari jam 4.30 sore waktu tokyo, dan jam tutup kantor adalah jam 5.00 sore. kami datang berempat langsung ke loket non japanese. Sampai disana, kami langsung dilayani dan yang namanya pelayanan cepat dan efisien benar2 kami rasakan. Karena sudah sore, jadi buru2 kami berempat ditanya oleh 4 petugas. Setelah semua form diisi, kami melihat bagaimana cekatannya petugas2 tsb bekerja. Tidak ada satupun yg duduk2 tak jelas kerjanya. Kami langsung membandingkan hal ini dengan kondisi kantor2 pemerintahan di Indonesia. kalau sudah sore sekitar 1/2 jam sebelum pulang, mungkin sudah sangat sedikit orang yang masih bertahan di kantor. Kemudian kalau ada yang harus dilayani, bisa jadi disuruh datang besok saja karena sudah sore. Kemudian juga kecekatan dalam bekerja ini mungkin point penting yang patut ditiru, mereka tidak ingin membiarkan yang dilayani menunggu terlalu lama. Kemudian semuanya benar2 bekerja, tidak ada yang terlihat nyantai apalagi maen game, klo di Indonesia sudah jadi rahasia umum betapa banyak pegawai yang seperti bingung dengan pekerjaannya, punya banyak sekali waktu kosong bahkan PolPP samapi turun tangan untuk merazia pegawai yang sedang jalan2 di jam kantornya. Lebih dari jam 5.00 baru urusan selesai dan kartu ktp sementara kami dapatkan. Jam 5.00 walau waktunya jam tutup kantor tapi masih banyak yg sibuk dengan pekerjaannya, dan jika ada pelayanan yang harus diselesaikan, maka akan diselesaikan sampai tuntas.

Satu lagi yang saya suka dengan keefisienannya pelayanan di jepang adalah kita cukup berurusan dengan kantor pemerintahan di kota yang berkaitan dengan segala dokumen. Registrasi kependudukan dan kartu kesehatan cukup diurus di cityhall dan semuanya sudah terhubung online, yang kalau kita lihat Indonesia saya ga tahu di tingkat mana urusan seperti itu, yang jelas bukan di kantor pemerintahan setingkat kabupaten/kota, karena tidak ada bagian untuk itu. Tapi disini orang asing berurusan dengan pemerintah tidak perlu jauh2, ada loket khususnya di cityhall dan semuanya selesai.. Cepat, gampang, terintegrasi.

Sekali lagi tentang pelayanan prima. Betapa kita rasakan banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan pemerintah. Tidak tahu kenapa disini memang benar2 terasa berbeda. Apakah karena memang gaji pegawainya juga lebih besar dari gaji PNS di Indonesia, sehingga segala urusan akan disangkutakan dengan duit kalau ingin urusan cepat dan lancar. Tapi saya juga ingin lebih melihat pada mental aparat. Cukup dan mapannya gaji pegawai penting untuk memberikan ketenangan bagi mereka bekerja, tapi mental juga tak kalah pentingnya. Sebanyak apapun gaji, nanti kasusnya bisa jadi seperti Gayus. Gaya hidup dan keinginan untuk memperoleh lebih tak bisa dikontrol walau renumerasi gaji sudah besar jika dibandingkan dengan pegawai di Departemen lain.

Terus berharap semakin hari Indonesia akan semakin baik, salah satunya dalam hal layanan prima. Mari terus berbenah untuk Indonesia yang lebih baik, karena harapan itu masih ada.. Jayalah Indonesiaku..


TAGS pemerintahan pelayanan prima


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post