Pelangiku

23 Oct 2010

Juli 2008. Masih terbayang wajah-wajah sumringah itu, penuh ingin tahu dan begitu bersemangat dengan sekolah barunya ditempat yang jauh dari orang tua mereka. Berat pasti, untuk pertama kalinya berpisah dengan orang tua. Masih sekolah setingkat SMP tapi sudah sekolah beda kabupaten, di asrama lagi. Untuk pulang butuh naik bus sekitar 2-3 jam dan itupun karena aturan sekolah juga ga bisa sering-sering. Saya kagum dengan keberanian mereka, 3 anak luar biasa dari Pasaman, Moi, Dhia dan Yuli adik2ku yang luar biasa yang akhirnya memulai sekolahnya di SMPIT Darul Hikmah Pasaman Barat.

Hari pertama kami menempati asrama rasanya luar biasa. Rumah kosong, harus diisi macem2 dan ketika orang tua sudah kembali ke rumahnya masing2 mulailah saya berinteraksi dengan anak2 luar biasa ini dengan karakter remaja mereka yang juga indah dan luar biasa ^_^ Ingat ketika pada awalnya susah dilarang untuk maen ke pasar karena jauh dan takut tersesat, dan pada akhirnya mereka dilepas untuk belanja2 kebutuhannya di pasar, terutama untuk kebutuhan sekolah. Masa2 indah ketika setelah pulang sekolah dan saya pulang kantor kami bisa sholat berjamaah kemudian setiap selesai sholat maghrib tilawah bersama, belajar tajwid, hafalan Qur’an dan setelah itu makan malam. Setelah shalat isya maka waktunya belajar. Lucu rasanya mengenang bagaimana dulu ‘memaksa’ adik2ku ini untuk sholat tepat pada waktunya, harus dihukum dulu siapa yang ketinggalan sholat berjamah, terutama sholat subuh wah perjuangannya luar biasa. Dan karena biasa terbangun dengan suara saya, saya membuat kebiasaan tidak baik juga akhirnya, kalau belum saya bangunin mereka tidak mau untuk benar2 beranjak dari tempat tidurnya. Ya sudah saya akhirnya setiap pagi bertugas membangunkan adik2ku yang lucu dan imut ini.

Adik2ku ini unik-unik.. Dhia si jago matematika dan pecinta komik, kakaknya Moi jago bahasa Ingris dan suka nulis cerpen, dan kami sudah mencita2kan suatu saat Moi akan menerbitkan buku,harus jadi ya Moi ^_^ Yuli anak pintar yang rajin dan tekun, salah satu juara di kelas. Dan kebandelan wajar anak-anak memasuki usia remaja kurasakan bersama mereka, lucu dan menggemaskan. Ketika juga mampir curhatan tentang sedihnya ketika berpisah dengan orang tua dan jarang bertemu dengan mereka, menjaga Moi yang kadang kambuh sakitnya dan lucunya mendengar cerita mereka yang merasa sebel karena digangguin temen2 cowok sekelasnya..

Bahagia rasanya melihat semangat mereka untuk belajar, ingat antusiasme mereka ketika pertama kali akan ikut berlomba bidang studi biologi ke UNP Padang. Tekun dan semangat sekali walau masih kelas satu dan mereka baru belajar sedikit sekali bidang studi spesifik, karena masih baru belajar IPA keseluruhan. keinginan dan tekad mereka yang melekat dihatiku.

Ingat betapa sumringahnya mereka ketika diajarkan nasyid2 baru, karena teman2 disekolah belum tahu nasyid tsb. Dalam waktu sebentar saja nasyid itu sudah dihafalkan dan akan selalu disenandungkan termasuk ke sekolah

Terkenang ketika pertama kali mereka gagal untuk ikut outbond yang sudah dijanjikan, betapa sedihnya mereka dan betapa berbinar2nya cahaya di mata mereka ketika akhirnya mencoba semua tantangan outbondnya. Flying fox, jaring laba2, berjalan diatas tali tantangan yang sanggup mereka hadapi dengan mudahnya.

Teringat juga ketika masa ujian tiba, rajinnya mereka belajar, diiringi tilawah dan tak lupa untuk sholat qiyaumul lail. Kali ini tak perlu dibangunkanpun adik2kupun bisa bangun duluan belajar dan berdoa kepada Rabb pembuka hati dan pikiran.

Begitupun ketika kami bercerita tentang mimpi masing2 dan meyakini bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemaren, dan kenyataan esok adalah mimpi hari ini. Karena itu jangan sampai kami bermimpi, bercita2 banyak hal di masa depan. Di depan bintang2 dan bulan kami bercerita dan mengurai mimpi.

Dan saya memanggil mereka laskar pelangi, pelangiku. Seperti kisahnya Andrea Hirata dengan 10 orang anak, mereka adalah 3 putri cantik dari 12 generasi awal penghuni SMPIT Darul Hikmah.

Dan ketika saat berpisah itu tiba pada februari 2009, tangispun tak terbendung. Dengan berat hati kutinggalkan para pelangiku untuk menunaikan amanah dan mengejar mimpi yang lain. Adik2ku, kalianlah pelangi hatiku, InsyaAllah jika Allah menghendaki jalan di depan masih panjang. Kalau Allah mengizinkan, uraikanlah kembali mimpi2 tersebut dan wujudkanlah. Jangan pernah berhenti berusaha dan berdo’a karena Allah bersama kita… Cari cinta Allah dan genggamlah dunia ditanganmu..

Teriring salam dan sayang untuk pelangiku - Dhia, Kak Moi dan Yuli-

I miss you so much

[gallery columns="2"]



TAGS remaja smpit darul hikmah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post