Episode Alam : Laut (1)

28 Oct 2010

Mari memandang sekeliling dan rasakan alam disekitar kita, semua telah diciptakan dengan begitu sempurna.. Alam adalah sahabat kita, tempat kita tumbuh, mencari rezeki dan menjalani kehidupan sesuai dengan titahNya.. tapi akibat keserakahan manusia yang akhirnya menyebabkan tatanan yang sempurna ini berubah, dan akhirnya berbalik.. Menghancurkan manusia, sang khalifah yang tak mampu menjaganya sesuai dengan amanat yang diberikan pada mereka..

Laut

” Allohlah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar diatasnya dengan perintahNya dan agar kamu dapat mencari sebagian karuniaNya, dan agar kamu bersyukur ” (Q.S 45:12)

Siapa yang suka pantai? saya yakin pasti banyak diantara kita yang senang dengan pantai, karena salah satu objek wisata penting dinegeri manapun adalah pantai.. Rasakan anginnya, dengarkan ombaknya, Pandang jauh ke depan melepas semua beban seperti melihat batas dunia, ditambah dengan nikmatnya seafood segar dari laut dan kelapa muda.. mm nikmat..

Pertama kali melangkah ke pantai Enoshima di Kota Fujisawa Jepang, saya rindu dengan pantai Indonesia yang luar biasa indah -kecuali pantai2 kotor yg tak terurus :( - Pantai di Jepang tidak ada nyiur melambainya, gersang tanpa pohon dan rumput2 serta ombaknya kecil. Saya langsung teringat pantai Maligi yang indah di belahan Pasaman Barat sana. Dengan pohon kelapa dimana2, hijau dengan rumput2nya, senang bermain ombak di atas pasir yang masih bersih, karena Maligi memang belum terjamah banyak tangan. Apalagi dengan ikan segar dan kepiting yang nikmat.. Waa pengen pulang ^_^

Begitulah laut, menjadi tempat manusia melepaskan penatnya dan mencari sebagian rezekiNya, tapi kemudian berubah menjadi tempat menakutkan. Saya mendengar banyak sekali kekahwatiran terutama saudara2 yang tinggal di daerah pantai Padang. Bayangan bagaimana tsunami meluluhlantakkan Aceh terus membayang setiap gempa tiba. Harga rumah di daerah pantai menjadi drastis turun, sekarang punya rumah di daerah pantai bukanlah menjadi pilihan.

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pantai Sasak, daerah pantai di Pasaman Barat.. Mendengarkan cerita bagaimana penduduk disana setiap gempa datang akan langsung berlarian menuju daerah lebih tinggi. Pembelajaran evakuasi kebencanaan juga sudah diberikan oleh Pemda, tapi semua teori itu akan terlupa ketika kepanikan datang. Yang penting berlari, naik sepeda motor atau truk ketika gempa dirasakan. Begitulah keseharian mereka, saya membayangkan jika saya yang sedang berada di pantai ketika semua kepanikan itu datang, kira2 apa yang akan saya lakukan? Ketakutan sekarang menjadi bagian dari keseharian penduduk pantai ini, tapi disinilah tempat mereka mencari kehidupan, di laut yang semakin hari semakin berkurang ikannya, semakin tidak jelas berapa jumlah rezeki tangkapan yang bisa didapatkan, tapi entah kenapa merekapun tidak berniat untuk pindah.

Kamis, 28 Oktober 2010. Gempa itu datang lagi, dan kali ini tsunami mendatangi daerah mentawai, daerah kepulauan di Sumatra Barat yang beberapa tahun ini terkenal karena gempanya dan ratusan jiwapun menjadi korban keganasan laut. Laut kembali bergejolak, entah sampai kapan. Dan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang juga tak seorang pun tau. Padahal dari prediksi beberapa ilmuwan, lempeng eurasia masih belum stabil, dia akan terus bergerak, bergerak, sampai menuju kestabilannya kembali, yang juga tidak akan tahu seperti apa.

Hari esok adalah misteri, maka saatnya hari ini kita berevaluasi diri. Apa yang sudah kita lakukan terhadap laut kita? terhadap alam kita? Karena hari esok tak kita ketahui, maka berbekallah selagi kita masih diberi kesempatan. Imam Al Gazali mengatakan sesuatu yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Kita tidak pernah tahu kapan dia akan datang, maka yang bisa kita lakukan hanyalah bersiap, sehingga ketika dia benar2 datang, kita punya cukup bekal untuk dibawa pulang.

(Bersambung..)

28/10/2010- Di sebuah sudut Fujisawa shi

Pantai Sasak

Disalah satu sudut Pantai Sasak

enoshima1

Pantai Enoshima.. Walau gersang, tapi bersih dan banyak pengunjungnya

mentawai

Mentawai berduka


TAGS tsunami laut gempa mentawai sasak pasaman barat


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post