Cerita Ramadhan

8 Aug 2011

Kenangan Ramadhan selalu menyenangkan.. Saya dibesarkan di Sumatra Barat yg berkonsep Adat Basandi syara’ dan syara’ bsandi KItabullah. Sejak kecil sudah biasa di lingkungan yg walaupun bukan pesantren, setidaknya sampe kls 5 SD ikutan MDA trus TPA dkt rumah. Ramadhan selalu jadi cerita menyenangkan karena yang terbayang adalah makanan nikmat setelah seharian berpuasa hehe (ingatnya kok makanan aja sih :p)

Pindah lingkungan, tapi Ramadhan selalu membuat ceria.. Biasanya TPA dan MDA punya acara saat Ramadhan, ada macam2 lomba, jadi ada macam2 hadiah. Tambah besar, Ramadhan tetap punya kenangan. Ketika awal SMA, mushola di kompleks saya punya kebiasaan unik. Setiap malam setelah sholat isya, sebelum ustdz naik mimbar memberi ceramah tarawih, kami yg remaja2 masjid diberi kesempatan untuk kultum terlebih dahulu. Saya bersama temen2 lainnya (usia SMP dan SMA) karena kami satu kompleks, satu temen main yg sdh akrab hariannya, bergantian setiap hari memberi kultum. Saya bilang unik, karena saya ga tau apakah ditempat lain juga ada dilaksanakan seperti itu. Butuh keberanian juga untuk memberikan sepucuk nasehat dari kami yg masih anak bawang bagi ayah, ibu, om, tante di kompleks kami. Tapi karena kami belajar, mereka dengan sennag hati mendengarkan kata-kata kami, dan menerima bahwa nasehat bs datang dari siapapun, walaupun dari anak bau kencur hehe.. Kebiasaan unik ini mendidik kami untuk berani berbicara di depan umum, dimulai dari lingkungan terdekat kami.. :)

Masa kuliah, maka masa mandiri harus dimulai. Tidak ada lagi yang akan membangunkan ketika sahur. Harus masak dan nyari makanan sendiri. Begitu juga dengan ibadah, tidak ada lg yg akan menyuruh ini itu, maka masing2 pribadi yang harus berlomba berbuat kebaikan dan berjihadn melawan hawa nafsunya. Masa ini saya mengenal Masjid Kampus dan banyak mendapat pengalaman disana. Ketika merasakan manisnya ukhuwah, semangat keIslaman yang semakin tumbuh dan lagi senangnya beraktivitas dan berorganisasi. Banyak aktivitas Ramadhan ada di Masjid kampus yang mengisi hari-hari dan penyemangat untuk ibadah. Dan juga yang dinanti: Mudik!! Selama 4 tahun kuliah bisa dikatakan saya hanya pulang ke rumah saat Lebaran saja.

Melewati masa kuliah, memasuki masa kerja, Ramadhan tetap membawa cerita. Suasananya tentu sudah beda dari masa kuliah yg lagi bebas2nya. Saat ini aktivitas sosial sudah lebih banyak ada di agenda, yg berhubungan dengan kerja atau aktivitas sosial beneran.. Kan zakat sosial tuh :p

Menempuh pendidikan di luar negeri ada cerita baru lagi. Memang sepi karena tidak akan terdengar suara adzan atau tilawah dari masjid2. Tapi suasananya tetap terasa terutama karena indahnya ukhuwah Islamiyah.. Kami tetap sering berkumpul, sahur atau buka bersama, tarawihberjamaah dan juga kajian untuk saling mengingatkan satu sama lain (walau g sering karena harus ke Tokyo dulu klo mau denger kajian). Sungguh terasa, dimanapun kita berada, Ramadhan bukanlah sekedar karena suasana sekeliling kita, yang utama adalah bagaimana menghadirkan Ramadhan di hati kita. Dan akan banyak kenangan disana. Semoga kita tidak hanya sekedar mendapat kenangannya, apalagi hanya lapar dan dahaganya saja. Semoga keberkahannya ada untuk kita dan tentu saja tergantung performa dan usaha kita dalam mengisinya..

Happy Ramadhan untuk semua, semoga mencapai taqwa.. aamiin..

Fujisawa, 8 Ramadhan 1432 H

ramadhan1432hv2


TAGS ramadhan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post